Seniman Batik dari Eropa
Kecantikan kain batik Indonesia dengan segala macam coraknya sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara. Seniman-seniman batik sudah bermunculan di negara-negara Eropa dengan karya yang dinamis dan telah mendapat pengaruh budaya setempat.
Walaupun sudah sangat populer, rupanya banyak penikmat batik internasional yang masih belum terlalu mengenal seluk beluk batik Indonesia. Penikmat batik internasional hanya mengetahui sedikit tentang batik Indonesia.
Mereka tidak tahu dari mana asalnya, namanya dan bagaimana batik tulis itu diproduksi di Indonesia, demikian kata Martin Krummeck di Kamar Dagang EKONID di Galeri Nasional Indonesia.
Kebanyakan orang yang sudah memiliki pengetahuan tentang batik Indonesia hanya mengenal batik Solo atau Jogja saja. Sedangkan, masih ada batik Cirebon, Pekalongan, atau Madura yang juga punya corak sendiri yang tak kalah cantik.
“Batik adalah salah satu aspek terpenting dalam budaya Jawa di Indonesia. Setiap daerah di Jawa memiliki ciri khas tersendiri yang unik, sehingga batik tidak hanya milik Solo atau Jogya saja. Batik adalah warisan seni budaya Indonesia yang harus dilestarikan,” tuturnya.
Oleh karena itu, bekerjasama dengan Indonesia, Krummeck menggagas sebuah pagelaran batik yang bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada aspek sejarah, budaya, dan nilai ekonomis batik Indonesia.
Pameran yang akan diadakan dari tgl 25 Januari hingga 6 Februari 2012 di Galeri Nasional, Jakarta, diharapkan penikmat batik dari domestik maupun internasional dapat menambah pengetahuannya.
Di Jerman sendiri sudah ada beberapa seniman yang mempopulerkan batik dengan mendapat inspirasi dari batik Indonesia.
Dua orang seniman batik ternama Jerman, yakni Joachim Blank dan Rudolph Smend, akan menampilkan karyanya dalam pameran di Jakarta, yang bertema Batik Indonesia: Warisan Budaya Yang Hidup.
“Kami mengharapkan pagelaran karya seni unik yang begitu indah ini dapat menggerakkan masyarakat Indonesia untuk memberi support terhadap pembangunan berkesinambungan dan penghargaan terhadap batik. Generasi mendatang juga layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa menikmati batik sebagaimana yang kita rasakan sekarang,” tutur Krummeck.
source : vivanews.com
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL